DUA MACAM ILMU YANG PERTAMA KALI DICABUT

Ada dua ilmu yang akan dicabut terlebih dahulu sebelum yang lainnya. Yang pertama adalah Khusyu’ dan yang kedua adalah Faraidh.

Tentang ilmu pertama, yakni khusyu’, diriwayatkan sebagai berikut:

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ أنه قال له: إِنْ شِئْتَ لَأُحَدِّثَنَّكَ ‏بِأَوَّلِ عِلْمٍ يُرْفَعُ مِنَ النَّاسِ؟ الخُشُوعُ، يُوشِكُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَلَا تَرَى فِيهِ رَجُلًا خَاشِعًا. (رواه البيهقي في المدخل إلى السنن الكبرى، بَابُ مَا يُخْشَى مِنْ رَفْعِ الْعِلْمِ)

Ubadah bin Shamit mengatakan pada Jubair bin Nufair, “Jika kau mau pasti akan aku beritahu tentang ilmu yang pertama kali diangkat dari manusia, yaitu khusyu’. Kau masuk masjid (yang sedang dilangsungkan shalat) jama’ah maka hampir saja tak kau temui satu orang pun yang khusyu’.” (HR. al Baihaqi, dalam al Madkhal Ila al Sunan al Kubra, Bab Ma Yukhsya Min Raf’il ‘Ilmi)

Sedangkan jenis ilmu kedua yang akan diangkat lebih dulu, yaitu ilmu Faraidh, dijelaskan dalam hadits berikut ini.

عن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ تَعَلَّمُوا الْفَرَائِضَ وَعَلِّمُوهَا فَإِنَّهُ نِصْفُ الْعِلْمِ وَهُوَ يُنْسَى وَهُوَ أَوَّلُ شَيْءٍ يُنْزَعُ مِنْ أُمَّتِي. (رواه ابن ماجه والدار قطني والحاكم والبيهقي، وضعفه الذهبي)

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Hurairah, pelajarilah Faraidh dan ajarkanlah karena dia adalah separuh ilmu, akan dilupakan, dan hal pertama yang dicabut dari umatku.” (HR Ibnu Majah, al Daruquthni, al Hakim, dan al Baihaqi. al Dzahabi mendha’ifkannya)

Lalu, ilmu Khusyu’ apa Faraidh dulu yang akan dicabut? 

Saya pernah mendengar keterangan dari Mufti Tarim Syaikh Muhammad Ali Bau’udhan, bahwa pemahaman keduanya dapat dipadukan (al jam’u). Menurut keterangan beliau, khusyu’ adalah ilmu yang pertama kali dicabut dari kategori ilmu Bathin, sedang Faraidh adalah ilmu yang pertama kali dicabut dari kategori Ilmu Zhahir.

Wallahu A’lam…

One Reply to “DUA MACAM ILMU YANG PERTAMA KALI DICABUT

  1. piu berkata:

    Masya allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *